Wednesday, November 26, 2014

Seri Materi Tauhid

Pengantar

Segala puji hanya milik Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah tercinta, Imamul Muwahhidin, Muhammad ibnu ‘Abdillah, segenap keluarga, para sahabat dan umatnya yang setia.
Mengucapkan Laa ilaaha illallaah amatlah mudah, tapi menjadi orang yang beriman sangatlah susah. Tak seringan di lisan, karena di depan kalimat Tauhid yang diucapkan menanti konsekuensi dan pengorbanan, sebagai bukti iman dan jalan untuk mencapai tujuan penciptaan. Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman:
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku (mentauhidkan-Ku)” (Adz Dzaariyaat: 56)
Bencana datang bertubi-tubi menghantam negeri ini, menelan ribuan nyawa dan harta benda, namun tak jua membuat penduduk negeri ini tersadar dari lelap tidurnya dalam lumpur kemaksiatan. Mereka terlena dan tak hendak lagi untuk berfikir tentang tujuan Allah menciptakan mereka. Di bawah payung demokrasi jadilah gaya hidup yang hedonis, liberal, sekuler, dan materialistis telah menguasai benak sebagian besar penduduk negeri ini, maka hampir semuanya berkata bahwa itu adalah fenomena alam, sepertinya tak banyak yang berfikir itu adalah ujian atau peringatan, apalagi sampai berfikir itu adalah ‘adzab dari Allah yang telah murka. What’s wrong…??? Adakah yang salah dengan negara dan penduduknya yang konon katanya memegang peringkat jumlah muslim terbesar di dunia ini….?
Mereka berteriak “Kami muslim…!”, tapi mereka meminta rizqi kepada orang yang sudah tiada atau kepada jin penunggu goa.
Mereka berkata “Kami mu’min, Allahu Akbar…!”, namun mereka membuat tumbal dan sesajen bahkan ikut berpesta dalam hari raya kaum kuffar.
Mereka berbicara “Kami bertaqwa”, sedangkan kepada hukum thaghut mereka merujuk hukum dan meminta fatwa.
Mereka menolak penegakan hukum Allah…!!!
Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman:
“Dan sesungguhnya Kami Telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Ibadatilah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu,…” (An Nahl: 36)
“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku (mengklaim) dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintahkan mengingkari thaghut itu dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (An Nisaa: 60)
Demi Allah, disadari atau tidak oleh penderitanya, ternyata beragam syirik, kekufuran dan kemurtadan telah menjadi penyakit ganas yang mewabah, meraksuki setiap sendi kehidupan umat, dan yang paling banyak meminta korban -bahkan juga dari kalangan yang mengklaim dirinya sebagai ‘ulama atau aktivis dakwah- adalah syirik dalam hukum, maka penulis kumpulan risalah ini, yaitu Al Ustadz Abu Sulaiman Aman Abdurrahman merasa mendapatkan “an emergency call” untuk terus melakukan sesuatu bagi kebaikan umat ini dengan memperbanyak menulis pembahasan syirik dalam hukum dan salah satunya adalah SERI MATERI TAUHID ini yang merupakan kumpulan tulisan dan saduran ceramah beliau, sehingga seruan dari para Singa Tauhid –‘ulama muhaqqiqin- untuk kembali kepada hukum Allah dan mencapai kembali kejayaan Khilafah Islamiyyah… lebih menggema insya Allahaamiin.
Sebelum menutup pengantar ini, izinkanlah saya untuk mengutip beberapa kalimat yang saya harapkan dapat menggugah kesadaran kita yang masih tertidur atau bahkan “koma” dalam keterpurukan, kita yang masih terbuai mimpi indah “perjuangan” memperbaiki taraf hidup dengan berbekal isme-isme yang ternyata muncul dari ekstrimis Yahudi, kaum Masuniah (Freemasonry):
  • Humanisme (Kemanusiaan)

“Kemanusiaan itu harus kita jadikan sebagai tujuan selain dari Allah. Jadikanlah kemanusiaan itu sebagai tuhan untuk disembah. Bentuklah etika kemanusiaan sebagai pengganti etika agama. Tidaklah cukup bagi kita hanya mengalahkan mereka (para pemeluk agama) dan peribadatannya dengan humanisme sejati, melainkan harus dapat memusnahkan mereka dengan humanisme itu”. (Notulen Kongres Freemasonry Begardo 1911 dalam Asrar Masuniah)
  • Sekulerisme

“Sesungguhnya dalam berjuang melawan agama-agama itu tidak akan ada akhirnya, kecuali agama itu sudah dipisahkan dari negara(Majalah Freemasonry ‘Accacia’, 1903: 806)
“Dekatilah para pemimpin agama itu, ajaklah mereka duduk di majelis kita agar mereka menjadi ulama sekuler”. (Majalah Freemasonry ‘Cabana’, 1934)
  • Demokrasi

Freemasonry berusaha keras mendirikan republik-republik demokrasi di seluruh muka bumi ini. Freemasonry adalah pengawal jiwa demokrasi. Freemasonry berupaya keras untuk meratakan paham demokrasi di seluruh negeri dan menentang segala pengkastaan dalam masyarakat.
  • Monoteisme

Freemasonry merujuk amanat-amanat lama agar semua manusia berkeyakinan akan keesaan Eloh dengan tafsir dan falsafah masing-masing. Freemasonry menghormati semua agama dan freemasonry meyakinkan semua anggotanya agar mengakui kenbenaran dan kesucian semua agama.
(Maha Suci Allah, ternyata konsep monoteisme Freemasonry serupa dengan konsep Ketuhanan Yang Maha Esa di negeri ini.)
Semoga kumpulan risalah “SERI MATERI TAUHID” ini dapat bermanfaat bagi kita semua untuk dikaji dan diamalkan dalam kehidupan. Inilah saatnya mereformasi diri atau bahkan merevolusinya, jangan pernah berkata -misalnya- “Saya sudah merasa cukup dengan keislaman saya ini, saya kan sudah jadi aktivis dakwah, saya sudah tahu Islam yang haq”, karena saat kita membaca dan terus belajar, masya Allah… justeru kita menemukan betapa banyaknya hal yang belum kita ketahui dan barulah kita menyadari betapa jahil-nya diri kita ini, serta jadilah kita mengerti betapa pentingnya memahami Tauhid secara utuh. Setelah itu, maka kita akan menemui tantangan hidup yang sesungguhnya… dan barulah pengorbanan dan persaudaraan kita akan bermakna. Semua itu demi meraih ridha Allah dan surga-Nya, so tunggu apa lagi? Hanya kepada Allah-lah kita memohon pertolongan.
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al Baqarah: 214)
“Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. jika kamu bersabar dan bertakwa, Maka Sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan” (Ali ‘Imran: 186).
Teriring salam dan do’a bagi para ‘ulama dan du’at Tauhid,
Yang selalu menggelorakan semangatpenegakan Tauhid dan Jihad
Di seluruh penjuru dunia, -semoga Allah menjaga mereka-
Semoga Allah memenangkan para mujahidin atas musuh-musuhnya
Di setiap tempat dan semoga Allah melindungi mu’minin yang lemah
Dari penindasan kaum kuffar di seluruh penjuru bumi,
Aamiin…
(Takbir..!!! Allahu Akbar…!!!)
Yaa Allah…, sesungguhnya hamba memohon kekuatan untuk sabar dan istiqamah di atas millah Tauhid hingga akhir hayat… Aamiin. Akhir kata, segala puji bagi Allah Tuhan semesta, shalawat dan salam bagi Rasulullah Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya. Mohon maaf atas segala kekurangan (khususnya dari editor yang penuh keterbatasan) dan saran pembaca selalu dinantikan. Jazaakumullahu khairan. 

Friday, November 21, 2014


Kisah Perjalanan Hijrah Gadis-Gadis Eropa Menuju Daulah Islamiyyah

Tsarnaev untuk Al-Mustaqbal Channel


Jihad Syam telah mengukir sejarah perjalanan panjang para pejuang melawan kebatilan. Dimana ada banyak kisah dari para perindu surga yang menginginkan hidup di bumi yang penuh berkah, bumi Syam. Mereka adalah orang-orang pilihan untuk ikut dalam peran memperjuangkan agama dan kemanusiaan.
Takjub ketika orang-orang pilihan itu telah melakukan transaksi jual beli dengan Rabb-nya, dan mereka yakin Rabb-nya tidak akan merugikannya sedikitpun. Merekalah para Mujahidin dan Mujahidah, merekalah yang akan memimpin dunia atas izin Allah yang Maha penguasa langit dan bumi.
Akan datang suatu zaman, dimana kaum muslimin menjadi raja-raja dan para penguasa yang dicintai oleh orang-orang yang beriman dan ditakuti serta disegani oleh musuh-musuh Islam dan musuh-musuh kaum muslimin, merekalah mujahidin yang mengorbankan jiwa dan hartanya hanya untuk menggapai keridhoan Rabb-nya.
Kisah Para Wanita Yang Hijrah Ke Daulah Islamiyyah
Bumi Syam, bumi yang dijanjikan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menjadi daya tarik bagi para “wisatawan” mancanegara, tidak hanya untuk laki-laki beriman, namun para wanita shalihah pun ikut menjadi pengukir sejarah perjalanan jihad di bumi Syam.
Sekitar 63 wanita Inggris telah berhasil menapakkan kakinya di medan ribath, masing-masing mereka mempunyai kisah perjalanannya. Mereka adalah wanita pilihan Allah, menjadi pemeran kisah peperangan akhir zaman.
Prancis tercatat sebagai negara yang paling banyak mencetak muhajirin dan muhajirah. Lebih dari 1000 warganya berbondong-bondong menuju Syam, tak ketinggalan para istri dan para wanitanya.
Begitupun Jerman, Belanda, Belgia, Denmark, Austria dan Bosnia disana tercatat banyak mujahidin pemberani yang telah Allah pilih sebagai singa-singa Islam.
Kisah Zahra Halane Dan Saudara Kembarnya
Zahra Halane, seorang gadis berusia 16 tahun, ketika itu dia sedang berpose dengan AK-47, sebuah pisau, dan sebuah granat. Bendera Ar-Rayyah menghiasi dinding dibelakangnya.
Banyak orang yang mengatakan, dia telah menyia-nyiakan hidupnya dengan pergi ke Syam, dia telah mengkhianati masa mudanya. Namun, tekad sudah bulat, dia harus hijrah meninggalkan negerinya yang damai, di Manchester Inggris. Biarlah orang lain berkata apa, namun kecintaannya kepada Rabb-nya lebih besar dibanding kehidupan yang melenakannya di negerinya.
Dia pergi bersama saudara kembarnya, Salma pada tanggal 26 juni 2014. Dua gadis kembar berdarah Somalia pergi meninggalkan keluarganya yang tercinta. Ayahnya meminta mereka untuk pulang, namun mereka mencoba meyakinkan sang ayah agar mengizinkan dia dan Salma untuk menyusul kakak laki-lakinya yang lebih dulu berangkat berjihad.
Tibalah mereka di bumi Syam, tempat berkumpul orang-orang shalih. Bersusah payah mereka menyebrang dari Turki, menempuh setapak demi setapak menuju perbatasan. Alhamdulillah, Mereka menapakkan kakinya di Ibu Kota Daulah Islamiyyah, Raqqah. Kini Zahra masuk ke kesatuan brigade Muslimah Al-Khansaa yang berbasis di Raqqa.
Kisah Persahabatan Samra Kesinovic dan Sabina Selimovic
Austri yang indah, penuh dengan tempat wisata menarik, negara yang ekonominya cukup maju. Dan disana lahir bibit-bibit para pejuang Islam. 14 orang perempuan diketahui telah hijrah ke Daulah Islamiyah. Diantara mereka adalah Samra Kesinovic dan Sabina Selimovic, dua orang gadis cantik berusia 16 tahun.
Dihari yang cerah pada bulan april 2014 dua anak gadis melakukan perjalanan ke Turki secara diam-diam. Disaat itu tidak lagi mereka memikirkan bahaya apa yang menghadang mereka saat diperjalanan. Yang ada hanyalah tekad baja untuk berjuang menapakkan kaki di bumi Syam.
Dua orang yang bersahabat di negara asalnya, dan mereka melanjutkan persahabatan mereka di bumi jihad, Insha Allah mereka akan bersahabat diakhirat kelak.
Samra Kesinovic, yang masih sekolah di Senior High School di Winna tidak disangka akan berangkat ke Suriah bersama sahabatnya. Dia seorang muallaf yang mulai menutup auratnya. Dia pernah diketahui menulis di dinding sekolah dengan kata, “I Love Al-Qaeda”.
Samra telah tergugah hatinya untuk ikut Perang Suci bersama para muhajirah lainnya, karena sejak dia mengerti Islam sejak itu pula dia sangat mencintai jihad. Kini mereka telah menikah dengan mujahidin Daulah Islamiyah, dikabarkan bahwa diantara mereka sudah ada yang hamil, dan Insha Allah akan melahirkan generasi mujahid.
Kisah Aqsa Mahmood, Si Gadis Cantik Yang Meninggalkan Kemewahannya
Tidak disangka seorang wanita yang dahulu memiliki pemikiran liberal dan moderat kini menjadi militan dan menjadi seorang mujahidah. Dia adalah Aqsa Mahmood, seorang gadis berusia 20 tahun asal Skotlandia yang menikah dengan Mujahidin Daulah Islamiyah asal Chechnya.
Aqsaa yang juga dikenal dengan Ummu Laits adalah anak dari seorang pebisnis kaya raya di Glasgow, Skonlandia. Dia meninggalkan kuliah dan karirnya yang cemerlang hanya untuk menempuh perjalanan terjal jihad Syam.
Gadis yang menjadi incaran para lelaki di universitas yang dia jalani tidak membuatnya terlena. Hatinya hanya untuk laki-laki yang memperjuangkan agamanya, dan dia telah menikah dengan pria tampan nan gagah dari salah satu mujahidin Daulah Islamiyyah asal Chechnya.
Gadis belia yang lahir dari keluarga moderat membuat shock keluarganya, mereka tidak menyangka anak gadisnya meninggalkan semua impiannya dan memilih pergi ke Suriah. Dia melakukan perjalanan menuju Turki pada November 2013.
Ibunya yang bernama Khalida Mahmood mengirim pesan untuknya : “Putriku sayang, kembalilah kerumahmu, aku merindukanmu begitu pula dengan saudara-saudaramu sangat merindukanmu…Duhai Putriku, aku mencintaimu.”
Kemudian Aqsaa menjawab,”Tidak ibu, bagiku inilah jalan hidupku, aku rela menjadi martir untuk agamaku. Ibuku yang kucintai, ketahuilah, aku akan membawa kalian ke surga, tunggu aku disana. Pada suatu hari, aku akan melihat kalian di hari penghakiman.”
Kisah Shannon Conley Dan Impiannya Yang Gagal
Berawal dari Colorado, Amerika Serikat muncullah seorang gadis berusia 19 tahun yang bercita-cita menjadi anggota mujahidah Daulah Islamiyyah. Dia sangat menginginkan sisa hidupnya untuk bertempur bersama para mujahidin.
Tidak nampak batang hidung Shannon Conley selama beberapa bulan pada sebuah gereja, kemana gerangan dirinya ? ternyata selama itu Shannon telah masuk Islam dan tekun belajar agama Islam.
Melihat konflik Suriah yang membara, menjadikan Shannon tergugah hatinya untuk berangkat ke medan jihad. Dia sangat memimpikan pergi dan berjuang, setidaknya merawat para korban yang terluka. Shannon juga ingin menikah dengan mujahidin yang kelak bisa mengajarkannya jihad dan mengajarkannya arti perjuangan.
Didorong dengan tekad yang kuat, Shannon mencoba untuk mendaftar akademi militer AS. Dia berharap dengan latihan militer dia bisa menerbangkan pesawat yang suatu hari nanti dia bisa ajarkan kepada para mujahidin. Pada bulan Februari, ia menghadiri sebuah kamp pelatihan kaderisasi Angkatan Darat AS di Texas untuk mempelajari taktik militer AS dan praktek menembak.
Shannon mulai dicurigai, rupanya seorang pendeta membocorkan rahasia Shannon yang hendak berangkat ke Suriah. Di bulan maret, Shannon melakukan perjalanan ke Jerman kemudian hendak menuju Turki. Dan akhirnya di bandara internasional Denver, Jerman, Shannon ditangkap karena ketahuan mencoba melakukan perjalanan ke Suriah.

GHUROBA

Dan Kaum Itu Pun Diganti Oleh Allah! Memaknai Lebih Dalam Arti Al Ghuraba’


By Abu Yusuf Dibaca sebanyak: 1485 kali

November 20, 2014




Abu Yusuf untuk Al-Mustaqbal Channel

Sulit untuk digambarkan perasaan para sahabat ketika Rasulullah mengabarkan tentang isyarat murtadnya Bangsa Arabhttp://cdncache-a.akamaihd.net/items/it/img/arrow-10x10.png suatu saat nanti. Ketika turun ayat 38 surah Muhammad, “Jika kamu berpaling (dari agama), niscaya Dia (Allah) akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu”, maka sebagian sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, jika kita berpaling, siapakah yang akan menggantikan tempat (kedudukan) kita?” Nabi meletakkan tangannya yang penuh berkah ke atas bahu Salman al-Farisi dan bersabda, “Dia dan kaumnya (yang akan menggantikan kamu). Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, jika agama ini bertaburan di ‘Tsurayya’, maka sebagian dari orang Persia akan mencarinya dan memegangnya.” (HR Tirmidzi)

Pada hari ini, ketika merujuk Bangsa Persia bukanlah merujuk kepada Iranhttp://cdncache-a.akamaihd.net/items/it/img/arrow-10x10.png dan Syiahnya, karena pada masa ini generasi-generasi bangsa Persia telah tersebar  ke seluruh benua sebagai imigran, seperti di Eropa, Amerika, Australia dan Asia. Bahkan ketika dahulu kekhilafahan menguasai Persia, orang-orang Persia telah menyebar dan membaur di Irak, Syam dan Jazirah Arabhttp://cdncache-a.akamaihd.net/items/it/img/arrow-10x10.png.

Sedang pada ayat yang lain, surah Al Ma’idah ayat 54, juga ada isyarat serupa, “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” Beberapa riwayat dan ahli tafsir seperti Ibnu Katsir merujuk pada kaum Abu Musa Al Asy’ary dari negeri Yaman yang akan menggantikan Bangsa Arab bila murtad dari agamanya.

Namun isyarat-isyarat akan hadirnya suatu kaum yang akan menggantikan posisi bangsa Arab tidaklah sampai disitu saja. Hadits mengenai sosok Al Ghuraba’ di akhir zaman menyiratkan makna yang lain, yakni kedatangan muhajirin dari berbagai kaum dan ras dari seluruh dunia ke tanah arab! Allahu Akbar! Apakah mereka yang akan menggantikan posisi bangsa Arab?

Sebagaimana diulas secara panjang lebar dalam Majalah Dabiq edisi 3, yang bertajuk Bumi Syam adalah bumi Malahim (Al Malhamah Kubro).

Di bagian ketiga dalam tulisan tersebut bahkan dikatakan oleh penulis : “Saya tidak punya keraguan sedikitpun bahwa Daulah ini (Daulah Khilafah Islamiyah), -yang mana telah mengumpulkan jumlah Muhajirin terbesar di bumi Syam dan telah menjadi pengumpul muhajirin terbesar di dunia ini- adalah sebuah ‘keajaiban sejarah‘ yang hanya akan muncul untuk membuka jalan bagi “Al-Malhamah Al-Kubra” (Pertempuran terbesar menjelang hari kiamat). Wallahu’alam.

Siapakah para Muhajirin yang telah berkumpul di bumi Syam, bumi Al Malhamah Al Kubro tersebut?

Di bagian dua dalam tulisan tersebut dijelaskan bahwa para Muhajirin itu adalah orang-orang yang telah berhijrah, orang-orang yang memisahkan diri dari kabilah-kabilah mereka, di saat Islam telah menjadi asing sebagaimana sedia kala.

Demikian penjelasannya :

Ibn Mas’ūd (radiyallāhu ‘anh) berkata bahwa Rasulullah (sallallāhu ‘alayhi wa sallam) bersabda, “Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan ia akan kembali menjadi asing sebagaimana awal mula kedatangannya, maka beruntunglah orang-orang yang asing.” Ada yang bertanya, “Siapakah yang dimaksud dengan orang-orang asing?”. Beliau menjawab, “Yaitu orang-orang yang memisahkan diri dari kabilah-kabilah (suku-suku) mereka.”[Riwayat Imam Ahmad, ad-Darimi, dan Ibn Majah, dengan sanad Sahih]

Imām Abū Mus’ab az-Zarqāwī (rahimahullah) berkata, “Allah telah menggambarkan para Ghuraba’(orang-orang asing) ini dengan beberapa karakteristik, diantara adalah mereka ‘nuzza’ dari orang-orang, atau ‘nuzza’ dari kabilah mereka. Kata ‘nuzza’ adalah bentuk jamak dari ‘nazi’ dan arti dari ‘nazi’ adalah orang asing yang memisahkan diri dari keluarga dan kabilahnya [artinya dia pergi dan menjauhkan dirinya dari mereka], dan ‘naza’i’ dari unta-unta adalah orang luar. Al-Harawi (rahimahullah) berkata, ‘Dengan hadits ini Rasulullah (sallallāhu ‘alayhi wa sallam) memaksudkan dengan para muhajirin yang telah meninggalkan tanah air mereka dan berhijrah demi Allah ta’ala”
[al-Qābidūna ‘alal-Jamr].

Al-Baghawī (rahimahullāh) berkata dalam “Sharhus-Sunnah”, “Rasulullah (sallallāhu ‘alayhi wa sallam) memaksudkan dengan para muhajirin yang telah meninggalkan tanah air mereka dan berhijrah demi Allah ‘azza wa jall.” Ibnul-Athir (rahimahullah) juga menyatakan demikian dalam “an-Nihayah.” As –Sindi menyatakan bahwa mereka adalah “Mereka yang meninggalkan tanah airnya untuk menegakkan Sunnah-sunnah Islam”
[Kifāyatul-Hājah].

Jadi, mereka-mereka yang akan hadir dalam Al Malhamah Al Kubro di bumi Syam nanti, sebagai pembuka jalan, adalah para Muhajirin, orang-orang asing (Al-Ghuroba), dan Nuzza, yang berhijrah meninggalkan kabilah dan tanah air mereka.

Lalu, “Nuzza’” ini berkumpul di Syam, bumi malahim dan bumi dari al-Malhamah al-Kubra. Rasulullah (sallallāhu ‘alayhi wasallam) telah mengkabarkan tentang pertempuran yang akan terjadi di Syam dan sekitarnya, seperti al-Ghutah, Damaskus, Dābiq (atau al-A’māq), sungai Euphrates, dan Konstantinopel (yang mana berada di dekat Syam), dan juga Baytul-Maqdis (Jerusalem), pintu gerbang Lodd, danau Tiberius, sungai Jordan, Bukit Sinai, dan sebagainya. Dan beliau (sallallāhu ‘alayhi wa sallam) telah mengaitkan bumi yang berbarokah ini (Syam) dengan banyak kejadian yang berhubungan dengan al-Masih (Nabi Isa), Al-Mahdi dan Dajjal.

Abud-Darda’ (radiyallahu ‘anh) berkata bahwasanya Rasulullah (sallallāhu ‘alayhi wa sallam) bersabda, “Sesungguhnya benteng kaum muslimin pada hari al-Malhamah al-Kubra (pertempuran terbesar di akhir zaman) berada di al-Ghutah, di samping kota yang bernama Damascus, salah satu kota terbaik di Syam
[sahīh – diriwayatkan oleh Imām Ahmad, Abū Dāwūd, and al-Hākim].

Abdullāh Ibn ‘Amr (radiyallāhu ‘anhumā) berkata bahwasanya Rasulullah (sallallāhu ‘alayhi wa sallam) bersabda, “Aku melihat tiang dari al-Kitab diambil dari bawah bantalku, maka aku mengikutinya dan ada sebuah cahaya bersinar yang mengarah menuju Syam. Sesungguhnya iman pada saat terjadi fitnah, adalah di Syam”
[sahīh – diriwayatkan oleh al-Hākim]

Abū Dharr (radiyallāhu ‘anh) berkata bahwasanya Rasulullah (sallallāhu ‘alayhi wa sallam) bersabda,”Syam adalah bumi tempat berkumpul dan menyebar [maksudnya tempat “Hari Kebangkitan”]“ [sahih – diriwayatkan oleh al-Bazzar dan yang lainnya]

Syaikh Hamūd at-Tuwayjirī (rahimahullāh), dalam mengomentari beberapa riwayat mengenai fitnah dan pertempuran di Syam, berkata “Dalam riwayat-riwayat ini adalah bukti bahwa Kelompok at-Tā’ifatul-Mansūrah (kelompok yang akan dimenangkan oleh Allah) akan berada di Syam pada saat mendekati kiamat nanti, karena Khilafah akan tegak di sana. Mereka akan terus berada di sana dan tetap menampakkan kebenaran sampai Allah mengirimkan angin lembut dan mencabut nyawa dari setiap orang yang memiliki iman di hatinya, sebagaimana yang telah ada dalam riwayat sahih bahwa Rasulullah (sallallāhu ‘alayhi wa sallam) bersabda, ‘Sampai Allah mendatangkan keputusannya sementara mereka tetap dalam kondisi demikian’” [Ithāful-Jamā’ah].

Maka, apakah kalian berani mengklaim sebagai Al Ghuroba’ sedangkan kalian belum meninggalkan kabilah (negara) kalian dan berhijrah?

Wallahu’alam bishowab.


Apa Makna Penerbitan Uang Emas Dan Perak Oleh Daulah Islamiyah Dari Segi Politik, Ekonomi, Dan Strategi?

By M. Fachry Dibaca sebanyak: 1670 kali 
Oleh : Ahmad Thaha 
Penerjemah : Abu Hanan 



Daulah Islamiyah kini tengah memproses penerbitan mata uang khusus miliknya yang didasarkan pada emas dan perak. Jika benar-benar terjadi, maka ini adalah sebuah langkah besar dalam pembangunan ekonomi yang sesungguhnya bagi Daulah Khilafah. Pada kenyataannya, Daulah selalu memberikan kejutan kepada kita, dengan imajinasi-imajinasi kita yang terbatas. Apa yang kita sangka akan memakan waktu bertahun-tahun dan merupakan langkah terakhir, kita temukan terwujud dalam realita lebih cepat dari apa yang kita pikirkan dalam khalayan kita. Sebelum orang-orang bodoh—seperti kebiasaan mereka—mengejek dirham dan dinar, sebagaimana sebelumnya mereka telah mengejek syariat dan agama—La haula wa la quwwata illa billah—saya akan menjelaskan dalam tulisan ini beberapa fakta tentang uang emas dan perak. 1. Uang emas—dan uang kertas yang didasarkan pada cadangan emas—adalah pondasi asli perekonomian dunia. Emas-lah yang menunjukkan nilai sesungguhnya dari uang kertas. Dunia telah terbiasa menggunakan emas dan perak sebagai uang, sampai menjelang Perang Dunia Pertama, ketika transaksi dengan keduanya dihentikan. Setelah Perang Dunia Pertama usai, dunia kembali menggunakan emas dan perak secara parsial. Kemudian penggunaan keduanya terus berkurang. Ketika Perang Dunia Pertama terjadi, orang-orang bergegas menuju bank-bank untuk menarik uang mereka, yaitu emas mereka. Tetapi mereka dikejutkan oleh kenyataan bahwa emas yang tersedia tidak mencukupi semua pencairan yang ada. Maka dikeluarkanlah sebuah undang-undang di Inggris yang mengharuskan semua orang untuk tidak menuntut lagi emas mereka, dan bahwa surat-surat berharga yang ada di tangan mereka menjadi obligasi bagi mereka. Dengan demikian, terjadilah proses penipuan dan penggelapan terbesar dalam sejarah, dan terjadilah pencurian harta manusia oleh orang-orang Yahudi. Dan muncullah istilah standar emas, yaitu rasio cadangan emas terhadap uang kertas yang beredar. Dan standar emas ini terus menurun secara bertahap seiring dengan perjalanan waktu, sampai masa kita sekarang ini. Pada tahun 1971 M, transaksi menggunakan emas dan perak dihapuskan secara total, ketika Presiden Amerika, Nixon, memutuskan secara resmi pada 15 Juli 1971 penghapusan sistem Bretton Woods yang mengharuskan konvertibilitas dolar terhadap emas dan pengaitan dolar dengan emas dengan harga yang tetap. Sejak saat itu, mata uang menjadi salah satu dari sarana penjajahan. Di balik keputusan itu, Amerika ingin menjadikan dolar sebagai pondasi keuangan di dunia, sehingga ia bisa mengontrol dan menguasai pasar uang internasional. Sistem moneter dunia pun menjadi kacau dan nilai tukar uang menjadi berubah-ubah. 2. Uang emas dan perak masih ada sampai Daulah Khilafah Islamiyah jatuh dan terjadi perancurian harta dan uang kaum muslimin. Bukan cuma kaum muslimin, tetapi seluruh dunia. Lalu masyarakat diberi kertas-kertas berwarna yang mereka namakan uang kertas. Sebenarnya, penerbitan uang kertas adalah proses penipuan dan penggelapan terbesar yang terjadi dalam sejarah umat manusia. Dan uang kertas adalah yang mendatangkan semua bencara ekonomi yang kita alami saat ini. Uang kertaslah yang telah menyeret kita sekuat-kuatnya, sehingga riba mendominasi ekonomi dunia saat ini. Misalnya, saya meminjam 100 pound dari Anda tiga tahun lalu. Jika saya mengembalikan 100 pound kepada Anda sekarang, maka saya telah menzalimi Anda, karena 100 pound di masa lalu bisa membeli barang-barang yang jauh lebih banyak daripada apa yang bisa dibelinya sekarang. Dan agar Anda bisa mengganti kerugian Anda, Anda terpaksa meminta uang tambahan. Itulah alasan yang selalu dikatakan oleh bank. Dan itulah riba itu sendiri. 3. Uang kertas menjadi sekadar kertas yang tidak ada nilainya. Dari situ, terjadilah inflasi, resesi, dan kehancuran ekonomi dunia. Itu dialami oleh Amerika sendiri sebagai kekuatan ekonomi terbesar di dunia, seperti yang terjadi pada fase “resesi besar” tahun 1929 dan “krisis ekonomi dunia” tahun 2008. Seluruh umat manusia menderita karenanya, karena enkonomi seluruh dunia terikat dengan uang kertas dolar yang sebenarnya tidak memiliki nilai, selain kekuatan militer yang dengannya Amerika memaksakan kebijakannya kepada umat manusia. Amerika menjadikan dolar sebagai mata uang yang sulit didapat, padahal sebenarnya ia tidak sulit didapat. Dan yang mengontrol penerbitan uang adalah Bank Federal Amerika. Tetapi sebenarnya ia tidaklah bersifat federal. Ia dimiliki dan dikuasai oleh sekelompok pebisnis yang menyedot jerih payah seluruh manusia. Dan pemerintah Amerika tidak memiliki kekuasaan terhadapnya. Riba, inflasi, serta permainan nilai dan harga mata uang menimbulkan bencana-bencana ekonomi dan menjadikan seluruh manusia hidup sebagai tawanan bagi segelintir orang. Semua itu dilarang oleh Islam. Dan jika terjadi, maka boleh dikobarkan perang atas nama Allah dan Rasul-Nya, karena ia termasuk penyebab kerusakan dan kezaliman yang paling besar dalam kehidupan manusia. 4. Amerika sendiri terbebani hutang yang paling besar di dunia dalam sejarah manusia, yaitu 17,6 triliun dolar pada tahun 2014. Ini adalah angka yang memaksa akal untuk bertanya: Bagaimana negara dengan hutang sebesar ini bisa bertahan? Jawabannya adalah umat Islam. Kitalah yang menstimulus ekonomi Amerika dengan monopoli Amerika terhadap kekayaan minyak yang dianugerahkan oleh Allah kepada umat Islam. Amerika telah melakukan hal-hal berikut ini: (1) memonopoli minyak umat Islam dan ekstraksinya; (2) memaksakan dolar sebagai satu-satunya mata uang untuk menentukan harga minyak; (3) mengontrol produksi dunia. Sampai-sampai dikatakan bahwa salah satu sebab perang Irak adalah karena Saddam Husein membeli minyak dengan berbagai mata uang dan melepaskan diri dari hegemoni dolar. 5. Tujuan diadakannya uang bukanlah untuk menjadi barang dagangan tersendiri, tetapi untuk menjadi mediator yang memiliki nilai yang tetap untuk melaksanakan proses jual beli. Dan sejak dulu kala, Allah telah memberi petunjuk kepada manusia untuk menggunakan emas dan perak sebagai uang. Yang demikian itu karena Allah ‘Azza wa Jalla telah meletakkan dalam kedua logam ini karakteristik-karakteristik yang menjadikannya layak untuk digunakan sebagai uang. Allah ‘Azza wa Jalla telah menyimpan emas dan perak dalam perut bumi untuk manusia dengan kuantitas yang cukup untuk digunakan sampai hari kiamat. Ini tercakup dalam firman Allah Ta’ala: وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا. “Dan Dia tentukan makanan-makanan (bagi penghuni)nya di dalamnya.” (Fushshilat: 10) Allah ‘Azza wa Jalla mengisyaratkan penggunaan emas dan perak sebagai uang dalam firman-Nya: وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ. “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak membelanjakannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih.” (At-Taubah: 34) Dan dalam firman-Nya: زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ. “Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak.” (Ali Imran: 14) Umat-umat dan bangsa-bangsa terus menggunakan emas dan perak sebagai uang sampai permulaan abad ke-19, ketika orang-orang Yahudi di Eropa dilarang untuk bekerja dengan profesi apa pun. Mereka pun kemudian bekerja dalam bidang penyimpanan uang. Profesi penyimpanan uang adalah sebagai berikut: Ketika seorang pedagang hendak melakukan perjalanan dagang, dia harus meninggalkan uangnya di rumah. Dia pun takut uangnya itu akan hilang. Maka orang-orang Yahudi meyakinkannya untuk memberikan uangnya kepada mereka sebagai titipan, sampai dia kembali dari perjalanan. Lebih jauh, mereka merayu pemilik harta untuk meminjamkan uangnya kepada mereka dengan riba. Orang-orang Yahudi mendapatkan keuntungan dari semua itu dan memberikan pinjaman kepada masyarakat dengan riba juga. Demikianlah, profesi penyimpanan uang ini berkembang di Eropa dan menjadi pekerjaan bagi orang-orang Yahudi. 6. Islam mengharamkan tindakan menyimpan emas dan perak serta menghalangi peredaran keduanya. Hukum dasar dalam Islam terkait dengan uang adalah bahwa ia harus beredar, dibelanjakan di jalan Allah, dan dibelanjakan di jalan-jalan kebaikan. Islam mengharamkan monopoli. Islam melarang pembatasan uang bagi kelompok orang-orang kaya saja. Dan Islam mengharamkan riba, pemborosan, harta yang haram, dan tindakan mempermainkan makanan dan penghidupan manusia. 7. Islam menutup jalan ke arah permainan standar emas dan mata uang, dan menganggapnya sebagai salah satu jenis riba. Islam menamakannya dengan riba fadhl atau riba jual beli. Emas dan perak adalah harga dan uang (alat tukar). Karena itu, Allah melarang untuk menjadikannya sebagai komoditas yang diperdagangkan oleh para pedagang. Ibnu Qayyim mengatakan perkataan yang sangat bagus tentang masalah tujuan penetapan harga dengan emas: “Illah (alasan) pengharaman riba dalam emas dan perak adalah keberadaannya sebagai harga. Dinar dan dirham adalah harga barang-barang dagangan. Dan harga adalah standar yang dengannya nilai harta ditentukan. Maka ia harus pasti dan akurat, tidak naik dan tidak turun. Sebab, jika harga naik dan turun seperti komoditas, maka kita tidak memiliki harga yang dengannya kita mengukur barang-barang dagangan, tetapi semuanya adalah komoditas. Kebutuhan manusia terhadap harga yang dengannya mereka mengukur barang-barang dagangan adalah kebutuhan primer yang bersifat umum. Barang-barang dagangan tidak diketahui kecuali dengan harga yang dengannya nilainya ditentukan. Dan itu tidak terwujud kecuali dengan adanya harga yang dengannya nilai barang-barang ditentukan dan memiliki kondisi yang stabil. Ia tidak boleh dinilai dengan barang lain, karena dengan begitu ia akan menjadi komoditas yang naik dan turun, sehingga transaksi-transaksi manusia akan rusak, kemunduran akan terjadi, dan madharat akan merajalela… Fungsi harga bukanlah untuk dijadikan tujuan, tetapi untuk dijadikan alat perantara untuk mendapatkan komoditas. Apabila harga itu sendiri menjadi komoditas yang menjadi tujuan, maka rusaklah kondisi manusia.” (A’lamul Muwaqqi’in, 2/159) Semua uang memiliki hukum yang sama dengan emas dan perak, dari materi apa pun dia dibuat, seperti dolar, pound, dan dinar, baik kertas mapun logam, selama ia adalah harga bagi barang-barang. 8. Pencetakan uang yang didasarkan pada cadangan emas, atau uang emas itu sendiri, adalah sebuah prinsip ekonomi Islam yang adil. Kita bisa membayangkan bahwa satu prinsip Islam saja bisa melindungi makanan, keringat, dan jerih payah manusia dari pencaplokan yang berada di balik permainan harga mata uang. Ketika seseorang membandingkan manhaj Islam dan manhaj Jahiliyah dalam setiap bagian kehidupan —dan tema kita di sini adalah tentang uang— kita akan menemukan perbedaan antara manhaj Islam dengan kebenaran, keadilan, kebaikan, dan rahmat yang dibawanya untuk seluruh umat manusia, dan antara manhaj Jahiliyah yang mendatangkan kemiskinan, kezaliman, dan kebiadaban yang membakar seluruh umat manusia. 9. Sebuah perusahaan khusus di Malaysia benar-benar telah memulai proyek pencetakan uang emas dan perak. 10. Sistem emas dan perak tidak akan menghadapkan dunia pada pertambahan apa yang beredar darinya secara mengejutkan, sebagaimana terjadi pada uang kertas. Dengan begitu, uang memiliki sifat tetap dan stabil. Kepercayaan terhadapnya akan bertambah. Dan ia membuat nilai tukar antara mata uang berbagai negara menjadi seimbang, karena setiap mata uang dinilai dengan satuan-satuan tertentu dari emas dan perak. Dengan begitu, seluruh dunia pada hakikatnya akan memiliki satu uang saja, yaitu emas dan perak, meskipun mata uang mereka berbeda-beda. Kaum muslimin bersepakat bahwa berat satu dinar emas menurut syariat adalah 4,25 gram emas murni 24 karat, dan berat satu dirham perak menurut syariat adalah 2,975 gram perak murni. 1. Di antara tugas Daulah Islamiyah adalah mencetak uang, karena ini adalah proses yang membutuhkan biaya. Ketika pencetakan dilakukan dalam kuantitas yang sangat besar, maka biaya produksi akan menjadi sangat murah, sehingga nilai uang pada akhirnya adalah nilai emas atau perak yang dikandungnya, tanpa ditambahkan padanya biaya produksi. Uang termasuk hal-hal yang dijelaskan hukumnya oleh Islam, bukan termasuk hal-hal yang berada dalam wilayah pendapat dan musyawarah. Ia tidak boleh disesuaikan dengan tuntutan-tuntutan kondisi ekonomi atau kondisi moneter. Tetapi mengingat keberadaannya sebagai satuan pembayaran tunai dan mengingat jenisnya, ia harus bersifat tetap berdasarkan hukum syariat. Maka kembali kepada kaedah emas dan perak dianggap sebagai salah satu hukum syariat bagi Daulah Khilafah. Tindakan Daulah Khifah mencetak uang emas akan mendatangkan banyak manfaat yang besar: (1) mengikuti ridha Allah dengan mewujudkan kebenaran dan keadilan dalam kehidupan manusia; (2) membebaskan diri dari lingkaran riba internasional yang dikuasai oleh kaum Yahudi dan Salibis; (3) membebaskan kekayaan umat, berupa minyak dan lainnya, dari keterikatan dengan dolar di bawah penindasan kekuatan militer Amerika; (4) mempercepat kehancuran ekonomi Amerika, karena setiap dolar yang beredar akan menstimulus ekonomi Amerika; (5) memotivasi negara-negara yang lemah dan tertindas untuk memerdekakan diri dari belenggu penghinaan Amerika, membebaskan mata uangnya, dan melindungi negaranya dari inflasi, resesi, dan kehancuran ekonomi yang diatur oleh segelintir Yahudi yang menguasai Bank Dunia dan IMF, serta para pebisnis dan penguasa wilayah-wilayah lepas pantai, yang mempermainkan makanan, keringat, dan jerih payah manusia, tanpa ada yang mengawasi dan mengaudit. 2. Saya mengusulkan kepada Daulah Islamiyah terkait penerbitan uang emas dan perak agar Baitul Mal menerbitkan kartu ATM kepada rakyat Daulah secara gratis, yang terhubung dengan jaringan percetakan uang pusat dan cabang-cabang bank Islam, baik di dalam wilayah Daulah Khilafah maupun di daerah-daerah yang akan ditaklukkan di masa mendatang insya Allah. Dari layanan kartu ATM akan diperoleh kemudahan dalam mengedarkan uang, kemudahan dalam mengumpulkan zakat, serta kemudahan dalam memberikan penghidupan kepada masyarakat, membayarkan gaji, dan menyalurkan zakat, melalui transfer elektronik. Sebab, di dalamnya terdapat kecepatan, ketelitian, kemajuan, dan keselarasan dengan teknologi modern. Di samping bahwa di dalamnya terdapat pembebasan ekonomi Khilafah dari penjajahan internasional terhadap pasar uang dan nilai tukar, serta usaha memakan harta manusia dengan cara yang batil. 

Sumber: http://www.dawaalhaq.com/?p=19823

Tuesday, November 11, 2014

Dajjal menurut Hadis Rasulullah SAW



عَنْ قَتَادَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا وَقَدْ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ الْأَعْوَرَ الْكَذَّابَ أَلَا إِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ وَمَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ
 ك ف ر
Dari Qatadah, beliau mendengar daripada Anas bin Malik bahawa Rasulullah SAW telah bersabda ;Tidak seorang nabi kecuali ia telah memperingatkan kaumnya terhadap sang pendusta yang buta sebelah mata. Ketahuilah bahwa Dajjal itu buta sebelah matanya sedangkan Tuhanmu tidak buta sebelah mata dan di antara kedua matanya tertulis "kaaf", "faa", "raa". Hadis riwayat Muslim
 
عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الدَّجَّالُ أَعْوَرُ الْعَيْنِ الْيُسْرَى جُفَالُ الشَّعَرِ مَعَهُ جَنَّةٌ وَنَارٌ فَنَارُهُ جَنَّةٌ وَجَنَّتُهُ نَارٌ
Dari Huzaifah, Rasulullah SAW telah bersabda ; Dajjal itu buta mata kirinya, berambut lebat, ia membawa surga dan neraka, nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka. Hadis riwayat Muslim
عَنْ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ عَنْ الدَّجَّالِ حَدِيثًا مَا حَدَّثَهُ نَبِيٌّ قَوْمَهُ إِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّهُ يَجِيءُ مَعَهُ مِثْلُ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ فَالَّتِي يَقُولُ إِنَّهَا الْجَنَّةُ هِيَ النَّارُ وَإِنِّي أَنْذَرْتُكُمْ بِهِ كَمَا أَنْذَرَ بِهِ نُوحٌ قَوْمَهُ
Dari Abu Salmah, beliau mendengar daripada Abu Hurairah RA bahawa Rasulullah SAW telah bersabda ; Mahukah kamu sekiranya aku menerangkan tentang Dajjal, suatu keterangan yang belum pernah diceritakan seorang nabi kepada kaumnya. Sesungguhnya ia buta sebelah mata, ia datang dengan membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Maka apa yang dikatakannya surga adalah neraka dan aku telah memperingatkan kalian terhadapnya sebagaimana Nabi Nuh telah memperingatkan kaumnya. Hadis riwayat Muslim
عَنْ صَالِحٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ قَالَ حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا حَدِيثًا طَوِيلًا عَنْ الدَّجَّالِ فَكَانَ فِيمَا حَدَّثَنَا قَالَ يَأْتِي وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْهِ أَنْ يَدْخُلَ نِقَابَ الْمَدِينَةِ فَيَنْتَهِي إِلَى بَعْضِ السِّبَاخِ الَّتِي تَلِي الْمَدِينَةَ فَيَخْرُجُ إِلَيْهِ يَوْمَئِذٍ رَجُلٌ هُوَ خَيْرُ النَّاسِ أَوْ مِنْ خَيْرِ النَّاسِ فَيَقُولُ لَهُ أَشْهَدُ أَنَّكَ الدَّجَّالُ الَّذِي حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيثَهُ فَيَقُولُ الدَّجَّالُ أَرَأَيْتُمْ إِنْ قَتَلْتُ هَذَا ثُمَّ أَحْيَيْتُهُ أَتَشُكُّونَ فِي الْأَمْرِ فَيَقُولُونَ لَا قَالَ فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يُحْيِيهِ فَيَقُولُ حِينَ يُحْيِيهِ وَاللَّهِ مَا كُنْتُ فِيكَ قَطُّ أَشَدَّ بَصِيرَةً مِنِّي الْآنَ قَالَ فَيُرِيدُ الدَّجَّالُ أَنْ يَقْتُلَهُ فَلَا يُسَلَّطُ عَلَيْهِ
Abu Said Al-Khudri RA, ia berkata: Suatu hari Rasulullah SAW pernah bercerita kepada kami suatu cerita panjang tentang Dajjal. Di antara yang beliau ceritakan kepada kami adalah: Ia akan datang tetapi ia diharamkan memasuki jalan-jalan Madinah, kemudian ia tiba di tanah lapang tandus yang berada di dekat Madinah. Lalu pada hari itu keluarlah seorang lelaki yang terbaik di antara manusia atau termasuk manusia terbaik menemuinya dan berkata: Aku bersaksi bahwa kamu adalah Dajjal yang telah diceritakan Rasulullah SAW kepada kami. Dajjal berkata: Bagaimana pendapat kalian jika aku membunuh orang ini lalu menghidupkannya lagi, apakah kamu masih meragukan perihalku? Mereka berkata: Tidak! Maka Dajjal membunuhnya lalu menghidupkannya kembali. Ketika telah dihidupkan, lelaki itu berkata: Demi Allah, aku sekarang lebih yakin tentang dirimu dari sebelumnya. Maka Dajjal itu hendak membunuhnya kembali, namun ia tidak kuasa melakukannya. Hadis riwayat Muslim
عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ مَا سَأَلَ أَحَدٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الدَّجَّالِ أَكْثَرَ مِمَّا سَأَلْتُ قَالَ وَمَا يُنْصِبُكَ مِنْهُ إِنَّهُ لَا يَضُرُّكَ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّ مَعَهُ الطَّعَامَ وَالْأَنْهَارَ قَالَ هُوَ أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ ذَلِكَ
Mughirah bin Syu`bah RA, ia berkata: Tidak ada seorang yang bertanya kepada Nabi SAW tentang Dajjal lebih banyak dari apa yang aku tanyakan. Beliau bersabda: Kenapa kamu bersusah-payah menanyakan hal itu? Sesungguhnya ia tidak akan membahayakan kamu. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, mereka mengatakan bahwa Dajjal itu membawa makanan dan sungai? Beliau menjawab: Perkaranya lebih ringan di hadapan Allah dari itu. Hadis riwayat Muslim
عَنْ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلَّا سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ إِلَّا مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ لَيْسَ لَهُ مِنْ نِقَابِهَا نَقْبٌ إِلَّا عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ صَافِّينَ يَحْرُسُونَهَا ثُمَّ تَرْجُفُ الْمَدِينَةُ بِأَهْلِهَا ثَلَاثَ رَجَفَاتٍ فَيُخْرِجُ اللَّهُ كُلَّ كَافِرٍ وَمُنَافِقٍ
Dari Anas bin Malik RA dari Nabi SAW, beliau telah bersabda : Tidak ada satu negeripun, kecuali akan dimasuki Dajjal kecuali Makkah dan Madinah yang setiap pintu gerbangnya ada malaikat-malaikat yang berbaris menjaganya. Kemudian Madinah menggoncang penghuninya tiga kali, sehingga, Allah mengeluarkan seluruh orang kafir dan munafik." Hadis riwayat Bukhari dan Muslim.
عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَخْبَرَهُ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ أَخْبَرَهُ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ انْطَلَقَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَهْطٍ قِبَلَ ابْنِ صَيَّادٍ حَتَّى وَجَدَهُ يَلْعَبُ مَعَ الصِّبْيَانِ عِنْدَ أُطُمِ بَنِي مَغَالَةَ وَقَدْ قَارَبَ ابْنُ صَيَّادٍ يَوْمَئِذٍ الْحُلُمَ فَلَمْ يَشْعُرْ حَتَّى ضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ظَهْرَهُ بِيَدِهِ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِابْنِ صَيَّادٍ أَتَشْهَدُ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ فَنَظَرَ إِلَيْهِ ابْنُ صَيَّادٍ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنَّكَ رَسُولُ الْأُمِّيِّينَ فَقَالَ ابْنُ صَيَّادٍ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَشْهَدُ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ فَرَفَضَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ آمَنْتُ بِاللَّهِ وَبِرُسُلِهِ ثُمَّ قَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَاذَا تَرَى قَالَ ابْنُ صَيَّادٍ يَأْتِينِي صَادِقٌ وَكَاذِبٌ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُلِّطَ عَلَيْكَ الْأَمْرُ ثُمَّ قَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي قَدْ خَبَأْتُ لَكَ خَبِيئًا فَقَالَ ابْنُ صَيَّادٍ هُوَ الدُّخُّ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اخْسَأْ فَلَنْ تَعْدُوَ قَدْرَكَ فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ ذَرْنِي يَا رَسُولَ اللَّهِ أَضْرِبْ عُنُقَهُ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ يَكُنْهُ فَلَنْ تُسَلَّطَ عَلَيْهِ وَإِنْ لَمْ يَكُنْهُ فَلَا خَيْرَ لَكَ فِي قَتْلِهِ وَقَالَ سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ يَقُولُ انْطَلَقَ بَعْدَ ذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ الْأَنْصَارِيُّ إِلَى النَّخْلِ الَّتِي فِيهَا ابْنُ صَيَّادٍ حَتَّى إِذَا دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّخْلَ طَفِقَ يَتَّقِي بِجُذُوعِ النَّخْلِ وَهُوَ يَخْتِلُ أَنْ يَسْمَعَ مِنْ ابْنِ صَيَّادٍ شَيْئًا قَبْلَ أَنْ يَرَاهُ ابْنُ صَيَّادٍ فَرَآهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مُضْطَجِعٌ عَلَى فِرَاشٍ فِي قَطِيفَةٍ لَهُ فِيهَا زَمْزَمَةٌ فَرَأَتْ أُمُّ ابْنِ صَيَّادٍ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَتَّقِي بِجُذُوعِ النَّخْلِ فَقَالَتْ لِابْنِ صَيَّادٍ يَا صَافِ وَهُوَ اسْمُ ابْنِ صَيَّادٍ هَذَا مُحَمَّدٌ فَثَارَ ابْنُ صَيَّادٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ تَرَكَتْهُ بَيَّنَ قَالَ سَالِمٌ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي النَّاسِ فَأَثْنَى عَلَى اللَّهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ ذَكَرَ الدَّجَّالَ فَقَالَ إِنِّي لَأُنْذِرُكُمُوهُ مَا مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا وَقَدْ أَنْذَرَهُ قَوْمَهُ لَقَدْ أَنْذَرَهُ نُوحٌ قَوْمَهُ وَلَكِنْ أَقُولُ لَكُمْ فِيهِ قَوْلًا لَمْ يَقُلْهُ نَبِيٌّ لِقَوْمِهِ تَعَلَّمُوا أَنَّهُ أَعْوَرُ وَأَنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَيْسَ بِأَعْوَر
 
Dari Salim bin Abdullah, beliau telah diberitahu oleh Abdullah bin Umar RA:  Bahwa Umar bin Khathab pergi bersama Rasulullah SAW dalam suatu rombongan menuju tempat Ibnu Shayyad dan menjumpainya sedang bermain dengan anak-anak kecil di dekat gedung Bani Maghalah, sedangkan pada waktu itu Ibnu Shayyad sudah mendekati usia baligh. Ia tidak merasa kalau ada Nabi SAW sehingga beliau menepuk punggungnya lalu Nabi berkata kepada Ibnu Shayyad: Apakah kamu bersaksi bahwa aku ini utusan Allah? Ibnu Shayyad memandang beliau lalu berkata: Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan orang-orang yang buta huruf. Lalu Ibnu Shayyad balik bertanya kepada Rasulullah SAW: Apakah engkau bersaksi bahwa aku utusan Allah? Beliau menolaknya dan bersabda: Aku beriman kepada Allah dan para rasul-Nya. Kemudian Rasulullah berkata kepadanya: Apa yang kamu lihat? Ibnu Shayyad berkata: Aku didatangi orang yang jujur dan pendusta. Maka Rasulullah SAW bersabda: Perkara ini telah menjadi kabur bagimu. Lalu Rasulullah melanjutkan: Aku menyembunyikan sesuatu untukmu. Ibnu Shayyad berkata: Asap. Beliau bersabda: Pergilah kau orang yang hina! Kamu tidak akan melewati derajatmu! Umar bin Khathab berkata: Wahai Rasulullah, izinkan aku memenggal lehernya! Beliau bersabda: Kalau dia Dajjal, dia tidak akan dapat dikalahkan, kalau bukan maka tidak ada baiknya kamu membunuh dia. Salim bin Abdullah berkata: Aku mendengar Abdullah bin Umar berkata: Sesudah demikian, Rasulullah dan Ubay bin Kaab Al-Anshari pergi menuju ke kebun kurma di mana terdapat Ibnu Shayyad. Setelah masuk ke kebun beliau segera berlindung di balik batang pohon kurma mencari kelengahan untuk mendengarkan sesuatu yang dikatakan Ibnu Shayyad sebelum Ibnu Shayyad melihat beliau. Maka Rasulullah SAW dapat melihat ia sedang berbaring di atas tikar kasar sambil mengeluarkan suara yang tidak dapat dipahami. Tiba-tiba ibu Ibnu Shayyad melihat Rasulullah SAW yang sedang bersembunyi di balik batang pohon kurma lalu menyapa Ibnu Shayyad: Hai Shaaf, (nama panggilan Ibnu Shayyad), ini ada Muhammad! Lalu bangunlah Ibnu Shayyad. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: Seandainya ibunya membiarkannya, maka akan jelaslah perkara dia. Diceritakan oleh Salim, bahwa Abdullah bin Umar berkata: Maka Rasulullah SAW berdiri di tengah-tengah orang banyak lalu memuji Allah dengan apa yang layak bagi-Nya kemudian menyebut Dajjal seraya bersabda: Sungguh aku peringatkan kamu darinya dan tiada seorang nabi pun kecuali pasti memperingatkan kaumnya dari Dajjal tersebut. Nabi Nuh as. telah memperingatkan kaumnya, tetapi aku terangkan kepadamu sesuatu yang belum pernah diterangkan nabi-nabi kepada kaumnya. Ketahuilah, Dajjal itu buta sebelah matanya, sedangkan Allah Maha Suci lagi Maha Luhur tidak buta. Hadis riwayat Muslim
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ صَحِبْتُ ابْنَ صَائِدٍ إِلَى مَكَّةَ فَقَالَ لِي أَمَا قَدْ لَقِيتُ مِنْ النَّاسِ يَزْعُمُونَ أَنِّي الدَّجَّالُ أَلَسْتَ سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّهُ لَا يُولَدُ لَهُ قَالَ قُلْتُ بَلَى قَالَ فَقَدْ وُلِدَ لِي أَوَلَيْسَ سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَدْخُلُ الْمَدِينَةَ وَلَا مَكَّةَ قُلْتُ بَلَى قَالَ فَقَدْ وُلِدْتُ بِالْمَدِينَةِ وَهَذَا أَنَا أُرِيدُ مَكَّةَ قَالَ ثُمَّ قَالَ لِي فِي آخِرِ قَوْلِهِ أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْلَمُ مَوْلِدَهُ وَمَكَانَهُ وَأَيْنَ هُوَ قَالَ فَلَبَسَنِي
Dari Abu Said Al-Khudri RA, ia berkata: Aku menemani Ibnu Shaid pergi ke Mekah, ia berkata kepadaku: Aku telah bertemu dengan beberapa orang yang menganggap bahwa aku adalah seorang Dajjal. Apakah kamu pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Dajjal itu tidak mempunyai anak. Aku jawab: Ya! Ia berkata lagi: Dan aku telah mempunyai anak. Bukankah kamu telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Dajjal itu tidak akan memasuki Madinah dan Mekah. Aku menjawab: Ya! Ia berkata lagi: Dan aku telah dilahirkan di Madinah dan sekarang aku sedang menuju ke Mekah. Kemudian di akhir pertanyaannya dia berkata kepadaku: Demi Allah, sesungguhnya aku tahu waktu kelahirannya, tempatnya dan di mana dia. Ia berkata: Ia telah mengaburkanku tentang perkara itu. Hadis riwayat Muslim
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ قَالَ رَأَيْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَحْلِفُ بِاللَّهِ أَنَّ ابْنَ صَائِدٍ الدَّجَّالُ فَقُلْتُ أَتَحْلِفُ بِاللَّهِ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ عُمَرَ يَحْلِفُ عَلَى ذَلِكَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يُنْكِرْهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dari Muhammad Al-Munkadir ia berkata: Aku melihat Jabir bin Abdullah bersumpah demi Allah bahwa Ibnu Shaid adalah seorang Dajjal, maka aku bertanya: Kenapa kamu bersumpah demi Allah? Dia menjawab: Aku mendengar Umar bersumpah tentang hal itu di hadapan Nabi SAW dan beliau tidak mengingkarinya. Hadis riwayat Muslim
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبٌ مِنْ ثَلَاثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ
Dari Abu Hurairah RA: Dari Nabi SAW, beliau bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum dibangkitkan dajjal-dajjal pendusta yang berjumlah sekitar tiga puluh, semuanya mengaku bahwa ia adalah utusan Allah. Hadis riwayat Muslim



Translate